Maluku

Gong Perdamaian Dunia Jadi Simbol Toleransi

Kota Ambon menyimpan kekayaan potensi wisata, dengan permata tersembunyi seperti Gong Perdamaian Dunia yang menunggu untuk dijelajahi. Meski tidak sepopuler objek wisata lainnya, kunjungan ke ibu kota Provinsi Maluku ini sangat direkomendasikan. Namanya yang menarik saja membangkitkan rasa ingin tahu, dan sejarahnya yang kaya serta keunikannya semakin menarik minat. Menjelajahi situs bersejarah menawarkan pengalaman budaya dan kesempatan untuk belajar.

Sejarah Dari Gong Perdamaian Dunia

Asal muasal gong kolosal ini bisa dirunut dari peristiwa mencekam di Ambon pada 1999, yang diwarnai konflik panas bernada SARA. Tak heran jika peristiwa ini dikenang sebagai sebuah tragedi dan babak kelam dalam sejarah wilayah tersebut, khususnya bagi masyarakat Ambon. Tragisnya, 5.000 orang kehilangan nyawa dalam insiden ini. Gong Perdamaian Dunia yang dikonseptualisasikan oleh Bapak Djuyoto Suntani, Presiden Komite Perdamaian Dunia, terdiri dari beberapa representasi simbolik perdamaian.

Gong Perdamaian Dunia
Sumber: Google.com

Berbagai kota di Indonesia memiliki beberapa gong penting, antara lain Gong Perdamaian Dunia di Bali, gong perdamaian di Jepara dan Singkawang. Gong besar ini adalah representasi ketenangan, didirikan sebagai simbol berakhirnya semua perang.

Maluku, dengan sejarah ketegangan antar-etnis dan antar-agama yang bermasalah, adalah pengamat pasif dari peristiwa-peristiwa mencekam yang terjadi pada awal era reformasi antara 1999-2002. Maju cepat delapan tahun kemudian, Gong Perdamaian masih berdiri tegak dan gagah di jantung kota Ambon, menjadi tumpuan harapan bagi kerukunan hidup berdampingan di ibu kota Maluku itu. Tak heran jika monumen ini menarik pengunjung dari berbagai latar belakang yang mencari inspirasi dari pesan simbolis toleransi.

Gong Perdamaian Dunia sesuai dengan namanya dengan ukurannya yang mengesankan. Berdiri tegak, ia memiliki ukiran yang menonjol dengan tulisan yang sama. Turis berduyun-duyun ke tontonan raksasa, sering berpose untuk berfoto di sampingnya. Berdiameter sekitar 2 meter, ia memiliki tanda-tanda khas di permukaannya. Bendera negara-negara dari seluruh penjuru dunia menghiasinya, dengan lambang simbolis dari agama-agama besar menempati bagian tengahnya. Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan tradisi spiritual lainnya adalah beberapa simbol yang digambarkan.

Berada di ketinggian yang tinggi, pengunjung harus menaiki beberapa anak tangga untuk melihat gong ini dari dekat. Selain itu, lambang Garuda menghiasi tugu tersebut sebagai pengingat akan pentingnya menjunjung tinggi kebhinekaan dan menghargai semua.

Gong Perdamaian Dunia
Sumber: Google.com

Di atas dudukan gong, lambang Pancasila terpajang dengan jelas, sementara lambang burung Garuda merupakan simbol ideologi Indonesia yang merangkul keberagaman, meliputi suku, ras, dan agama. Gong Perdamaian Dunia pada dasarnya didistribusikan di berbagai kota di seluruh dunia, dan Indonesia adalah rumah bagi beberapa lokasi tersebut.

Gong perdamaian, yang dibangun untuk meredakan ketegangan, dilestarikan dengan rapi, sebagaimana dibuktikan oleh kompleks gong yang dirawat dengan sangat cermat. Pemerintah setempat sangat menghormati monumen Maluku, yang berfungsi sebagai simbol penting. Tak heran jika gong perdamaian menjadi ikon kota Ambon yang dipuja sebagai benda keramat dan dijaga kebersihannya.

Taman Pelita membanggakan monumen megah Gong Perdamaian Dunia, berdiri tegak dan bangga. Terletak di dekat pusat pemerintahan kota Ambon, itu menarik pengunjung dari seluruh negeri, bukan hanya masyarakat setempat. Di tengah hiruk pikuk kota, orang masih bisa menghargai keindahan yang tenang di sekitar Gong. Banyak pengunjung bersantai dan berfoto, mengabadikan momen pada waktunya.

Ditemukan di Taman Pelita Pusat Kota Ambon, Gong Perdamaian Dunia adalah yang ke-35 dari jenisnya, melambangkan perdamaian dan toleransi. Meskipun terletak di area publik yang rimbun, Gong menonjol sebagai daya tarik yang menakjubkan.

Gong Perdamaian Dunia
Sumber: Google.com

Monumen yang merupakan simbol perdamaian ini terletak di jantung kota, sehingga mudah ditemukan. Tidak mengherankan, banyak orang luar kota berduyun-duyun untuk melihatnya setiap tahun. Google Maps bisa menjadi sumber yang andal jika anda ingin mencapai pusat kota Ambon, pusat keramaian yang selalu ramai dengan aktivitas.

Gong, perwujudan keragaman, merupakan daya tarik yang terjangkau bagi wisatawan. Masuk ke Pelita Park hanya dikenakan biaya Rp 5.000. Biaya tambahan, seperti biaya parkir, mungkin berlaku. Gong ini dibuka untuk pengunjung setiap hari, mulai pukul 08.00-17.00.