Maluku

Danau Tolire , Legenda Menarik Dibalik Keindahan Danau Tolire

Danau Tolire
Sumber : Tripadvisor.co.id

Danau Tolire adalah sebuah danau indah yang luasnya mencapai 5 hektar dan mencapai kedalaman hingga 50 meter. Lingkungannya yang tenang dan rimbun serta keindahan alam yang menenangkan membuatnya menjadi pemandangan yang disayangi. Dalam jarak 200 meter dari satu sama lain terletak dua danau, satu-satunya perbedaan di antara keduanya adalah ukurannya yang satu dikenal sebagai Danau Tolire Besar, sedangkan yang lainnya disebut Danau Tolire Kecil.

Meskipun tidak seterkenal rekan-rekannya, Danau Tolire menawarkan air biru yang menakjubkan yang menyaingi Danau Ngade dan Danau Laguna. Selain kemegahan alamnya yang menakjubkan, Danau Tolire menyimpan kisah mistis yang menjadi daya pikat utamanya.

Lokasi dan Rute Perjalanan Danau Tolire

Terletak di kaki Gunung Gamalama, Danau Tolire dapat ditemukan di desa Takome yang terletak di Ternate Barat di wilayah Maluku Utara. Jika berangkat dari Kota Ternate, Danau Tolire dapat dicapai dalam waktu 10 hingga 20 menit saja, menempuh jarak sekitar 10 km. Tempat ini dapat dengan mudah diakses melalui sepeda motor atau mobil karena terletak di dekat jalan utama. Rute aksesnya sudah diaspal dan menawarkan perjalanan yang mulus.

Danau Tolire
Sumber : Tripadvisor.co.id

Jam Buka Danau TolireĀ 

Danau Tolire terbuka untuk pengunjung 24/7, sepanjang hari dalam seminggu. Namun, yang terbaik adalah merencanakan kunjungan kalian pada siang hari untuk sepenuhnya menghargai pemandangan menakjubkan yang dipamerkan. Pencahayaan yang kurang memadai di sekitar Danau Tolire menimbulkan risiko keselamatan, oleh karena itu perlu dilakukan tindakan pencegahan untuk tidak datang dimalam hari.

Legenda Dibalik Danau Tolire

Kisah asal usul Danau Tolire sarat dengan mitos dan cerita rakyat, menampilkan tenggelamnya desa Solea Takomi. Dulunya merupakan desa yang berkembang dan makmur, Solea Takomi tiba-tiba dilanda gempa bumi yang sangat kuat. Seperti ceritanya, tindakan tercela seorang ayah terhadap anaknya memicu murka alam, yang menyebabkan terungkapnya peristiwa ini.

Saat fajar, ayam jago “Tolire gam jaha” menggema ke seluruh desa. Penduduk setempat, menafsirkannya sebagai pertanda buruk, bersiap menghadapi bencana yang akan datang. Dengan tidak adanya kesempatan untuk melarikan diri, ketakutan terburuk penduduk desa terjadi. Mereka dilanda gempa dahsyat yang menyebabkan desa mereka terendam air, menjadi danau.

Danau Tolire
Sumber : Tripadvisor.co.id

Danau Tolire Besar adalah namanya saat ini. Anak itu pergi ke pantai, tetapi sebelum dia bisa naik perahu, gempa dahsyat menenggelamkan semua yang dilewatinya. Terbentuknya danau mungil, Tolire Kecil, menjadi daya pikat utama bagi wisatawan karena kisahnya yang menawan dan keterkaitan yang kuat dengan kawasan tersebut. Ayah terkutuk direpresentasikan dengan Danau Tolire Besar, sedangkan Danau Tolire Kecil dilihat sebagai representasi dari sang anak. Begitulah kepercayaan yang menyelimuti kedua danau ini.

Selain cerita dongeng seputar Danau Tolire, ada informasi menarik lainnya yang perlu diperhatikan. Legenda mengatakan bahwa pantai danau itu dipatroli oleh buaya putih, sesuai keyakinan penduduk setempat. Legenda mengatakan bahwa dongeng buaya putih pernah menjadi penduduk desa sederhana yang dikutuk oleh kekuatan ilahi. Turis dari jauh dan luas telah berbondong-bondong untuk menyaksikan sendiri kejadian ini.